Rabu, 14 Januari 2015

Sistem Pendidikan Di Turki

Diposting oleh Nurul Zahrah di 04.11 0 komentar
Turki merupakan negara sekuler sejak 1924. Penduduk mencapai 72 juta yang akan tumbuh menjadi 100 juta dalam 30 tahun. Sekitar 30% penduduk (21 juta) merupakan rentang usia 0-14 tahun. Lebih dari 65% (47 juta) adalah golongan usia 15-64 tahun. Hanya sekitar 5% (4 juta) yang lebih dari 65 tahun (Laporan PBB, 2003). Sebanyak 99% menganut agama Islam.
Memperhatikan tingkat pertumbuhan ekonomi Turki, negara ini mengalami serangkaian krisis selama hampir 30 tahun terakhir. Salah satu diantaranya adalah pada tahun 2001, yang menghasilkan pertumbuhan pesat usaha kecil yang bangkrut, dengan tingkat pengangguran yang tinggi (sekitar 10,5%) dan mencapai inflasi sampai 80%. Sejak itu, ekonomi berangsur-angsur meningkat, diikuti dengan perubahan kebijakan ekonomi dan keuangan. Sekarang, GDP per kapita yang mencapai US $ 2.230 dan purchasing power partiy (PPP) mencapai YS $ 5,890 (Laporan PBB, 2003). Ada ketimpangan pendapatan. Pada 2002, 10% orang terkaya menguasai 30,7% pendapatan Turki. Sebanyak 10% pendapatan dikuasai penduduk miskin yang mencapai 2,3%.
Untuk sektor pendidikan, belanja hanya 6,8% GDP dan sekitar 16,2% dari keseluruhan belanja pemerintah, yang mayoritas digunakan untuk pengeluaran rutin. Tingkat melek huruf mencapai 85,55%, yang masing-masing meliputi 93,7% laki-laki dan 77,2% perempuan.
Di Turki, ada 2 lembaga yang mengurusi pendidikan, yang pertama adalah Kementerian Pendidikan Nasional, yang mengurusi jenjang pendidikan dasar formal dan menengah, serta pendidikan nonformal. Kementerian Pendidikan mencakup organisasi dari pusat hingga provinsi serta perwakilan di luar negeri. Menteri merupakan anggota Parlemen yang dicalonkan oleh Perdana Menteri. Lembaga yang kedua adalah Dewan Pendidikan Tinggi yang mengelola satuan pendidikan tinggi. Ketua Dewan Pendidikan Tinggi bukan merupakan pegawai negeri yang ditunjuk oleh Presiden.
Sistem pendidikan Turki mencakapu pendidikan jalur formal dan nonformal. Jalur formal meliputi 4 jenjang, yaitu pra sekolah, pendidikan dasar, pendidikan menengah, dan pendidikan tinggi. Pendidikan nonformal tersedia bagi tiap orang yang tidak berkesempatan mengenyam pendidikan formal atau bagi mereka yang ingin mengembangkan tingkat pendidikannya, atau untuk mereka yang drop out.
Pendidikan formal didahului dengan pendidikan pra sekolah yang sifatnya wajib. Tngkat pertumbuhan pra sekolah 9,8%, lebih rendah 2,1% dibandingkan di kawasan Asia Tenggara. Kementerian Pendidikan sudah mengembangkan kebijakan untuk mendorong sampai tingkat 16% dalam 5 tahun.
Di tahun 1997, wajib belajar ditingkatkan menjadi  8 tahun, dimulai bagi tiap anak usia 6 tahun dan tahun 2004, sekitar 90% usia tersebut sudah mengenyam pendidikan dasar.  Hampir 10 juta anak tersebar di 35.000 sekolah (baik negeri maupun swasta) dengan dukungan 375.000 guru. Untuk sekolah negeri tidak dipungut biaya.
Pendidikan menengah tidak wajib, umumnya 3 tahun, dan kadang-kadang bisa 4 tahun. Telah ada hampir 1,5 juta siswa, 37% mencakup usia wajib belajar, dan sekitar 2.637 sekolah menengah dengan dukungan guru sebanyak 72.609 orang.
Alternatif yang lain, sesudah menempuh pendidikan dasar, siswa dapat mengikuti pendidikan kejuruan dan sekolah menengah teknik dengan keterampilan tertentu. Untuk jenis sekolah ini ada 820.000 siswa (sekitar 23% dari usia wajib belajar) yang meliputi 3.428 sekolah vokasi dan teknik, dengan 68.176 guru. Tingkat ketersediaan sekolah ini 60% dari jumlah penduduk.
Untuk jenjang perguruan tinggi, ada kompetisi ketat untuk masuk melalui suatu sistem seleksi. Seleksi ini menempatkan mahasiswa untuk menempuh pendidikan selama 4,5, atau 6 tahun tingkat sarjana. Untuk perguruan vokasi sekitar 4 tahun, atau kuliah di Universitas Terbuka. Pada tahun 2003, ada kira-kira 1,5 juta siswa yang mengikuti seleksi; dan pada 2004 hampir mencapi 1,9 juta. Malangnya, hanya 400 ribu siswa yang dapat diterima. Jumlah peminat mencakup 40% jumlah penduduk dan minimal berusia 18 tahun. Ada 53 perguruan tinggi negeri dan 19 perguruan tinggi swasta. Termasuk Universitas Terbuka, ada sekitar 1,5 juta siswa dengan 60.000 tenaga pendidik.
Sistem pendidikan di Turki berhubungan dengan masalah sosial, politik, teknik, dan pertumbuhan ekonomi yang secara terus menerus menempatkan skala berbeda dalam prioritas kebijakan. Suatu pemerintahan berhasil mencapai mayoritas pada 2002. Kementerian Pendidikan sedang melaksanakan perubahan kebijakan di dalam banyak aspek, termasuk untuk menyesuaikan dengan standar Uni Eropa.
Kebijakan pendidikan di Turki bersifat sentralistis, termasuk yang paling terpusat diantara negara anggota OECD. Tersusun dalam struktur yang hierarkis, Kementerian Pendidikan terbagi  ke dalam fungsi yang menangani urusan tertentu. Tiap-tiap fungsi mempunyai jenjang, peran, dan tanggung jawab yang tegas dalam jalur komando. Misalnya, sejumlah divisi mengurusi jenis sekolah vokasional dan teknik pada satuan pendidikan menengah. Yang lain bertanggung jawab pendidikan dasar, dan yang lainnya lagi mengurusi sekolah swasta.
Kementerian menunjuk pimpinan sekolah, yang mengimplementasikan kebijakan pusat atau provinsi. Sekolah negeri dilarang melakukan rekrutmen sendiri terhadap guru. Kementerian merekrut guru secara terpusat lewat sistem seleksi nasional dan menetapkan guru menurut kebutuhan daerah atau mutrasi terhadap para guru bagi daerah lain yang membutuhkan. Kementerian merancang gaji para tenaga pendidik. Kementerian juga menentukan kurikulum, dengan tujuan dan pemeriksaan tertentu, dan memberi kesempatan pengembangan diri melalui konferensi, kursus dan seminar.
Tanpa insentif yang memadai, profesi guru tidak begitu menarik. Rentang gaji antara US $ 300-US $ 500 tiap bulan, terendah diantara anggota OECD, dengan total kewajiban mengajar 830 jam per tahun. Para guru juga dimonitor oleh pengawas, yang melaporkannya ke otoritas provinsi atau Kementerian. Kebijakan yang sentralistis menyulitkan penyesuaian implementasi kebijakan dengan memperhatikan keragaman masyarakat.
Untuk kurikulum, Kementerian menentukan kurikulum untuk tiap-tiap matapelajaran. Kementerian menentukan bagaimana pengajarannya dan juga jumlah pelajaran. Guru menentukan sendiri rencana tahunan dan waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan suatu matapelajaran. Para guru mengeluh karena jangkauan tiap matapelajaran begitu luas dibandingkan kebutuhan siswa dengan jumlah jam yang terbatas. Hal ini mendorong penggunaan model diktatis, metode teacher oriented.
Untuk tujuan kurikuler, kurikulum menentukan tujuan yang hendak dicapai. Tujuan tersebut sedikit porsinya bagi tujuan kognitif. Tujuan tersebut disamakan untuk semua siswa.
Ujian diadakan untuk masing-masing jenjang guna menetapkan kualitas. Ada Ujian Nasional dengan skala kelulusan 8 untuk diterima di sekolah bergengsi atau sekolah swasta. Di tingkat perguruan tinggi ada ujian nasional dengan standar penilaian 11.

Pendidikan Bagi Anak Usia Dini

Diposting oleh Nurul Zahrah di 04.11 1 komentar

Pendidikan adalah merupakan aset penting bagi kemajuan sebuah bangsa, oleh karena itu setiap warga Negara harus dan wajib mengikuti jenjang pendidikan, baik jenjang pendidikan anak usia dini, pendidikan dasar, pendidikan menengah maupun tinggi. Dalam bidang pendidikan seorang anak dari lahir memerlukan pelayanan yang tepat dalam pemenuhan kebutuhan pendidikan disertai dengan Pemahaman mengenai karakteristik anak sesuai pertumbuhan dan perkembangan akan sangat membantu dalam menyesuaikan proses belajar bagi anak dengan usia, kebutuhan, dan kondisi masing-masing, baik secara intelektual, emosional dan sosial.
Sebelum bicara lebih jauh, apa sih pendidikan anak usia dini? Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) adalah jenjang pendidikan sebelum jenjang pendidikan dasar yang merupakan suatu upaya pembinaan yang ditujukan bagianak sejak lahir sampai dengan usia enam tahun yang dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut, yang diselenggarakan pada jalur formal, nonformal, dan informal.

Mengapa pendidikan anak usia dini itu sangat penting?

Berdasarkan hasil penelitian sekitar 50% kapabilitaas kecerdasan orang dewasa telah terjadi ketika anak berumur 4 tahun,8 0% telah terjadi perkembangan yang pesat tentang jaringan otak ketika anak berumur 8 tahun dan mencapai puncaknya ketika anak berumur 18 tahun, dan setelah itu walaupun dilakukan perbaikan nutrisi tidak akan berpengaruh terhadap perkembangan kognitif.

Hal ini berarti bahwa perkembangan yang terjadi dalam kurun waktu 4 tahun pertama sama besarnya dengan perkembangan yang terjadi pada kurun waktu 14 tahun berikutnya. Sehingga periode ini merupakan periode kritis bagi anak, dimana perkembangan yang diperoleh pada periode ini sangat berpengaruh terhadap perkembangan periode berikutnya hingga masa dewasa. Sementara masa emas ini hanya datang sekali, sehingga apabila terlewatkan berarti habislah peluangnya.
Menurut Byrnes, pendidikan anak usia dini akan memberikan persiapan anak menghadapi masa-masa ke depannya, yang paling dekat adalah menghadapi masa sekolah. “Saat ini, beberapa taman kanak-kanak sudah meminta anak murid yang mau mendaftar di sana sudah bisa membaca dan berhitung. Di masa TK pun sudah mulai diajarkan kemampuan bersosialisasi dan problem solving. Karena kemampuan-kemampuan itu sudah bisa dibentuk sejak usia dini,” jelas Byrnes.
Selanjutnya menurut Byrnes, bahwa pendidikan anak usia dini itu penting, karena di usia inilah anak membentuk pendidikan yang paling bagus. Di usia inilah anak-anak harus membentuk kesiapan dirinya menghadapi masa sekolah dan masa depan. Investasi terbaik yang bisa Anda berikan untuk anak-anak adalah persiapan pendidikan mereka di usia dini.

Ada dua tujuan mengapa perlu diselenggarakan pendidikan anak usia dini, yaitu:

Tujuan utama: untuk membentuk anak yang berkualitas, yaitu anak yang tumbuh dan berkembang sesuai dengan tingkat perkembangannya sehingga memiliki kesiapan yang optimal di dalam memasuki pendidikan dasar serta mengarungi kehidupan di masa dewasa.
Tujuan penyerta: untuk membantu menyiapkan anak mencapai kesiapan belajar (akademik) di sekolah.
Singkatnya, pendidikan anak usia dini merupakan salah satu bentuk penyelenggaraan pendidikan yang menitikberatkan pada peletakan dasar ke arah pertumbuhan dan perkembangan fisik (koordinasi motorik halus dan kasar), kecerdasan (daya pikir, daya cipta, kecerdasan emosi, kecerdasan spiritual), sosio emosional (sikap dan perilaku serta agama) bahasa dan komunikasi, sesuai dengan keunikan dan tahap-tahap perkembangan yang dilalui oleh anak usia dini.
Apa perbedaan anak yang mendapatkan pendidikan anak usia dini di lembaga yang berkualitas dengan anak yang tidak mendapatkan pendidikan anak usia dini?
Menurut Byrnes (Peraih gelar Woman of the Year dari Vitasoy di Australia) di lembaga pendidikan anak usia dini yang bagus, anak-anak akan belajar menjadi pribadi yang mandiri, kuat bersosialisasi, percaya diri, punya rasa ingin tahu yang besar, bisa mengambil ide, mengembangkan ide, pergi ke sekolah lain dan siap belajar, cepat beradaptasi, dan semangat untuk belajar.
Sementara, anak yang tidak mendapat pendidikan usia dini, akan lamban menerima sesuatu. Anak yang tidak mendapat pendidikan usia dini yang tepat, akan seperti mobil yang tidak bensinnya tiris. Anak-anak yang berpendidikan usia dini tepat memiliki bensin penuh, mesinnya akan langsung jalan begitu ia ada di tempat baru. Sementara anak yang tidak berpendidikan usia dini akan kesulitan memulai mesinnya, jadinya lamban.


Tidak bisa dipungkiri bahwa pendidikan anak usia dini merupakan pendidikan yang sangat mendasar dan strategis dalam pembangunan sumber daya manusia. Begitu pentingnya pendidikan ini tidak mengherankan apabila banyak negara menaruh perhatian yang sangat besar terhadap penyelenggaraan pendidikan ini hingga pemerintah Indonesia pun memberikan layanan pendidikan gratis hingga tingkat SMP.

Pentingnya Pendidikan Anak Usia Dini

Diposting oleh Nurul Zahrah di 03.28 0 komentar

Pendidikan adalah merupakan aset penting bagi kemajuan sebuah bangsa, oleh karena itu setiap warga Negara harus dan wajib mengikuti jenjang pendidikan, baik jenjang pendidikan anak usia dini, pendidikan dasar, pendidikan menengah maupun tinggi. Dalam bidang pendidikan seorang anak dari lahir memerlukan pelayanan yang tepat dalam pemenuhan kebutuhan pendidikan disertai dengan Pemahaman mengenai karakteristik anak sesuai pertumbuhan dan perkembangan akan sangat membantu dalam menyesuaikan proses belajar bagi anak dengan usia, kebutuhan, dan kondisi masing-masing, baik secara intelektual, emosional dan sosial.
Sebelum bicara lebih jauh, apa sih pendidikan anak usia dini? Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) adalah jenjang pendidikan sebelum jenjang pendidikan dasar yang merupakan suatu upaya pembinaan yang ditujukan bagianak sejak lahir sampai dengan usia enam tahun yang dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut, yang diselenggarakan pada jalur formal, nonformal, dan informal.

Mengapa pendidikan anak usia dini itu sangat penting?

Berdasarkan hasil penelitian sekitar 50% kapabilitaas kecerdasan orang dewasa telah terjadi ketika anak berumur 4 tahun,8 0% telah terjadi perkembangan yang pesat tentang jaringan otak ketika anak berumur 8 tahun dan mencapai puncaknya ketika anak berumur 18 tahun, dan setelah itu walaupun dilakukan perbaikan nutrisi tidak akan berpengaruh terhadap perkembangan kognitif.


Hal ini berarti bahwa perkembangan yang terjadi dalam kurun waktu 4 tahun pertama sama besarnya dengan perkembangan yang terjadi pada kurun waktu 14 tahun berikutnya. Sehingga periode ini merupakan periode kritis bagi anak, dimana perkembangan yang diperoleh pada periode ini sangat berpengaruh terhadap perkembangan periode berikutnya hingga masa dewasa. Sementara masa emas ini hanya datang sekali, sehingga apabila terlewatkan berarti habislah peluangnya.
Menurut Byrnes, pendidikan anak usia dini akan memberikan persiapan anak menghadapi masa-masa ke depannya, yang paling dekat adalah menghadapi masa sekolah. “Saat ini, beberapa taman kanak-kanak sudah meminta anak murid yang mau mendaftar di sana sudah bisa membaca dan berhitung. Di masa TK pun sudah mulai diajarkan kemampuan bersosialisasi dan problem solving. Karena kemampuan-kemampuan itu sudah bisa dibentuk sejak usia dini,” jelas Byrnes.
Selanjutnya menurut Byrnes, bahwa pendidikan anak usia dini itu penting, karena di usia inilah anak membentuk pendidikan yang paling bagus. Di usia inilah anak-anak harus membentuk kesiapan dirinya menghadapi masa sekolah dan masa depan. Investasi terbaik yang bisa Anda berikan untuk anak-anak adalah persiapan pendidikan mereka di usia dini.

Ada dua tujuan mengapa perlu diselenggarakan pendidikan anak usia dini, yaitu:

Tujuan utama: untuk membentuk anak yang berkualitas, yaitu anak yang tumbuh dan berkembang sesuai dengan tingkat perkembangannya sehingga memiliki kesiapan yang optimal di dalam memasuki pendidikan dasar serta mengarungi kehidupan di masa dewasa.
Tujuan penyerta: untuk membantu menyiapkan anak mencapai kesiapan belajar (akademik) di sekolah.
Singkatnya, pendidikan anak usia dini merupakan salah satu bentuk penyelenggaraan pendidikan yang menitikberatkan pada peletakan dasar ke arah pertumbuhan dan perkembangan fisik (koordinasi motorik halus dan kasar), kecerdasan (daya pikir, daya cipta, kecerdasan emosi, kecerdasan spiritual), sosio emosional (sikap dan perilaku serta agama) bahasa dan komunikasi, sesuai dengan keunikan dan tahap-tahap perkembangan yang dilalui oleh anak usia dini.
Apa perbedaan anak yang mendapatkan pendidikan anak usia dini di lembaga yang berkualitas dengan anak yang tidak mendapatkan pendidikan anak usia dini?
Menurut Byrnes (Peraih gelar Woman of the Year dari Vitasoy di Australia) di lembaga pendidikan anak usia dini yang bagus, anak-anak akan belajar menjadi pribadi yang mandiri, kuat bersosialisasi, percaya diri, punya rasa ingin tahu yang besar, bisa mengambil ide, mengembangkan ide, pergi ke sekolah lain dan siap belajar, cepat beradaptasi, dan semangat untuk belajar.
Sementara, anak yang tidak mendapat pendidikan usia dini, akan lamban menerima sesuatu. Anak yang tidak mendapat pendidikan usia dini yang tepat, akan seperti mobil yang tidak bensinnya tiris. Anak-anak yang berpendidikan usia dini tepat memiliki bensin penuh, mesinnya akan langsung jalan begitu ia ada di tempat baru. Sementara anak yang tidak berpendidikan usia dini akan kesulitan memulai mesinnya, jadinya lamban.
Tidak bisa dipungkiri bahwa pendidikan anak usia dini merupakan pendidikan yang sangat mendasar dan strategis dalam pembangunan sumber daya manusia. Begitu pentingnya pendidikan ini tidak mengherankan apabila banyak negara menaruh perhatian yang sangat besar terhadap penyelenggaraan pendidikan ini hingga pemerintah Indonesia pun memberikan layanan pendidikan gratis hingga tingkat SMP.

Diposting oleh Nurul Zahrah di 03.06 0 komentar





Selasa, 13 Januari 2015

Diposting oleh Nurul Zahrah di 17.10 0 komentar



Senin, 13 Februari 2012

For Someone.........

Diposting oleh Nurul Zahrah di 07.45 0 komentar
Detik demi detik pun bergulir
Ku menunggu kehadiran sosokmu
Wahai sang pujaanku

Entah kepan awal semua cerita ini
Semua cerita tentang kita
Engkau hadir diduniaku
Membawa sejuta warna melukis indahnya hariku

Kau terangnya gelap
Kau cahaya disetiap malam
Menerangi sudut hatiku

Kau bagaikan desir ombak
Yang selalu menerpa hasratku
Engkau embun penyejuk jiwaku

Kaulah kekasihku...
Kaulah pangeranku...
Kaukah suamiku???


Created : Nurul Zahrah

Kamis, 09 Februari 2012

Wahai Kau yang Disana..........

Diposting oleh Nurul Zahrah di 18.47 0 komentar
Malam ini...
Malam yang begitu terasa gelap
Meskipun bintang dan rembulan seolah menyapaku
Mengajakku bermain di kehangatannya malam

Berkali-kali bintang mengedipkan cahayanya
Seolah menyuruhku untuk ikut berceria bersamanya
Mereka mulai mengejekku

Aku terbuai dengan sentuhan angin yang menerpaku
Mengisyaratkan bahwa malam semakin larut
Ku coba pejamkan mata di kesunyian malam
Berharap ini hanya mimpu buruk

Tapi aku salah, ini semua nyata!
Kau berdua mengkhianatiku!
Merampas kebahagiaanku!
Apa yang sebenarnya kau mau?!


Created   : Nurul Zahrah

Senin, 14 November 2011

cita cita...

Diposting oleh Nurul Zahrah di 04.48 3 komentar
Cita-cita itu adalah sebuah impian, dan impian, itu perlu. Karena impian, akan juga berpengaruh dengan apa yang kita pikirkan dan kita lakukan dalam proses pencapaiannya.

Kak Ari juga memberi saya salah satu rumus sukses, yaitu do x be = have. Dimana do adalah apa yang kita lakukan, be adalah yang kita pikirkan, dan have adalah hasil yang kita miliki. Semakin besar do dan be, maka semakin besar hasil yang kita miliki.

Tetap ingat selalu cita-cita anda (kembangkan terus otak kanan), jangan takut-takut untuk menyebutkannya.

teman teman sekalian jadi pada tau kan manfaat kita bercita cita, nah mulai dari sekarang jangan takut untuk bercita-cita setinggi langit ya kawaan, eitt... Tapi jangan lupa buat usaha juga yaa.
klo bercita-cita tapi gak ada usaha untuk meraihnya sama aja boong, yang di dapet cuma pepesan kosong..
hehehe
keep learning......

Pake headset yang berlebihan ternyata bahaya buat kita :''|

Diposting oleh Nurul Zahrah di 04.38 0 komentar
dalam artikel ini gue sengaja tampilin yang beginian soalnya buat sambungan dari artikel tentang musik yang sebelumnya gue posting buat kalian.. so check this....

Berdasar penelitian, efek buruk datang jika menggunakan earphone selama lima jam dalam seminggu. Dampaknya adalah kerusakan permanen pada telinga.Kemungkinan terbesar hal itu terjadi pada usia muda. Saat ini mungkin dampaknya belum terlihat, namun kelak akan terasa. "Mendengarkan pemutar musik personal secara reguler dalam volume tinggi ketika muda sering kali tidak berdampak pada pendengaran. Namun, kelak kemampuan mendengar bisa menghilang," jelas salah seorang peneliti pada International Herald Tribune.

Pernyataan itu diberikan sembilan peneliti dari Committee on Emerging and Newly Identified Helat Risks. Bahkan, mereka juga menyatakan bahwa risiko kehilangan pendengaran akan didapatkan di pertengahan usia 20-an.Bagaimanapun, mendengarkan musik melalui media portabel juga menimbulkan dampak lain. Musik bisa mengisolasi pendengarnya dari khalayak ramai. Ketika mengemudi, musik dapat meningkatkan risiko hilangnya pendengaran terhadap situasi sekitar.Penyebab gangguan pendengaran memang beragam. Bergantung juga pada usia seseorang. Suara terbagi atas beberapa tingkat. Suara ringan untuk dewasa berada antara 25 hingga 40 dB, sedangkan untuk anak-anak 20 sampai 40 dB. Bertingkat semakin tinggi hingga suara terberat berkualitas 90 dB atau lebih yang masih dapat didengar manusia.

Gelombang elektromagnetik berpengaruh terhadap listrik otak, namun menjadi pertanyaan seberapa besar pengaruh gelombang tersebut terhadap kerusakan otak? sampai saat ini belum ada satupun bukti medis yang kuat untuk membuktikan itu. Meskipun gelombang elektromagnetik berpengaruh terhadap otak tikus, namun tidak terbukti pada otak manusia Sampai saat ini beberapa penelitian di Eropa pada gelombang elektromagnetik terhadap tumor otak tidak dapat membuktikan efek tersebut.Mengenai pengaruh terhadap telinga, paparan musik dengan earphone dapat mempengaruhi ambang pendengaran , terutama bila dilakukan dengan volume keras dan jangka waktu lama.


so, buat temen temen sekalian hati hati ya dalam memakai headset. inget sebentar lagi UN masa kalian mau sakit telinga nya gara gara salah menggunakan headset, kan bahayaaa..
kalo kalian ada gangguan telinga pas UN kan kasian gak bisa denger contekan dari temen..
hahahaha *just kidding brooo...
keep learning yaaaa ( 'o')/ 

Manfaat musik bagi hidup kita nih bray..

Diposting oleh Nurul Zahrah di 04.20 0 komentar
Pertama, musik bermanfaat untuk menjaga kesehatan dan kekebalan tubuh kita karena musik ternyata bersifat terapeutik dan bersifat menyembuhkan. Menurut Campbel, musik mampu menghasilkan stimulan yang bersifat ritmis. Stimualan ini kemudian ditangkap oleh pendengaran kita dan diolah di dalam sistem saraf tubuh serta kelenjar otak yang mereorganisasikan interpretasi bunyi ke dalam ritme internal pendengarnya. Ritme internal ini mempengaruhi metabolisme tubuh manusia sehingga prosesnya berlangsung dengan lebih baik. Metabolisme yang lebih baik akan mengakibatkan tubuh mampu membangun sistem kekebalan yang lebih baik. Dengan sistem kekebalaan yang lebih baik, tubuh menjadi lebih tangguh terhadap kemungkinan serangan penyakit.
Kedua, musik dapat meningkatkan intelegensi karena rangsangan ritmis mampu meningkatkan fungsi  kerja otak kita. Ritme internal yang dihasilkan musik membuat saraf-saraf otak bekerja, rasa nyaman dan tenang yang distimulasi musik membuat fungsi kerja otak bekerja optimal. Bila hal ini sering dilakukan, fungsi kerja otak kita akan semakin prima, sehingga kemampuan berpikir kita lebih jernih dan tajam, serta bisa mencegah kepikunan(alzheimer). Perlu kita ketahui bahwa bagian kanan otak kita berkaitan dengan kecerdasan dan perkembangan artistik dan kreatif, bahasa, musik, imajinasi, warna, pengenalan diri, sosialisasi dan pengembangan kepribadian. Karena itu, rangsangan ritmis dari musik yang diperdengarkan juga dapat meningkatkan kemampuan berbahasa, meningkatkan kreativitas, serta meningkatkan konsentrasi dan daya ingat kita.
Ketiga, musik bisa menimbulkan reaksi psikologis yang dapat mengubah suasana hati dan kondisi emosi, sehingga musik bermanfaat sebagai relaksasi yang dapat menghilangkan stress, mengatasi kecemasan, memperbaiki mood dan menumbuhkan kesadaran spiritual. Sebagai sebuah bentuk seni, musik tak hanya menciptakan harmoni nada yang enak didengar, tetapi juga memberikan kesan indah yang mampu menggugah dan mengantarkan manusia pada kesadaran yang dalam dan penuh, menelusuri lorong-lorong hampa dalam ketidakberdayaan harapan. Kesadaran akan fitrah kemanusiaan yang tak bisa lepas dari masalah, kesadaran akan keberadaan kekuatan yang maha sempurna, sehingga timbul kepasrahan untuk berserah kepada-Nya. Penyerahan diri inilah yang bisa mengurangi bahkan menghilangkan beban pikiran dan perasaan yang menekan. Rangsangan ritmis yang dihasilkan musik mampu membuat pikiran rileks, serta menimbulkan perasaan-perasaan positif , tenang, nyaman dan optimis bahkan bahagia.
Keempat, musik bermanfaat sebagai alat dan media komunikasi antarmanusia karena musik merupakan bahasa universal yang mampu memadukan perbedaan, menciptakan perdamaian dan solidaritas kemanusiaan. sejarah sering kali mencatatkan peran dan manfaat musik sebagai sarana pergaulan dan media komunikasi yang bisa dipahami semua orang, sekalipun kita tidak memahami bahasa tiap-tiap bangsa. Dalam kehidupan nyata sehari-hari pun, musik sering kali menjadi alat komunikasi dengan orang yang kita cintai, mewakili perasaan hati, ungkapan kerinduan bahkan kemarahan.
subhanallah yaa... hehehe
ternyata musik yang biasa kita dengar sehari-hari mempunyai banyak manfaat bagi diri kita.
hehehe tapi inget jangan keseringan dengerin musik sampe lupa belajar.
keep learning guys

Pengaruh Lingkungan untuk Belajar Kita

Diposting oleh Nurul Zahrah di 03.58 0 komentar
Dalam kenyataannya motif  setiap orang dalam belajar dapat berbeda satu 
sama lain. Ada siswa yang rajin belajar karena ingin menambah ilmu 
pengetahuan, ada pula siswa yang belajar karena takut dimarahi oleh  orang tua. 
Adanya perbedaan motivasi tersebut dipengaruhi oleh motivasi intrinsik yang 
muncul dalam diri sendiri tanpa dipengaruhi oleh sesuatu diluar dirinya dan 
motivasi ekstrinsik yang muncul dalam diri seseorang karena adanya pengaruh 
dari luar seperti guru, orang tua dan lingkungan sekitarnya. 
Seseorang yang motivasinya besar akan menampakkan minat, perhatian, 
konsentrasi penuh, ketekunan tinggi serta berorientasi pada prestasi tanpa 
mengenal perasaan bosan, jenuh apalagi menyerah. Sebaliknya siswa yang rendah 
motivasinya akan terlihat acuh tak acuh, cepat bosan, mudah putus asa dan 
berusaha menghindar dari kegiatan. Dalam kaitannya dengan kegiatan belajar, 
motivasi erat hubungannya dengan kebutuhan aktualisasi diri sehingga motivasi 
yang paling mewarnai kebutuhan siswa dalam belajar adalah motivasi belajar 
untuk mencapai prestasi yang tinggi. 
Seorang siswa dapat belajar secara efisien jika ia mempunyai kehendak 
atau keinginan secara wajar . Hal ini dimungkinkan jika siswa tersebut memiliki 
motivasi untuk belajar. Apabila motivasi itu timbul dari dalam diri siswa akan 
lebih stabil dan mantap dibandingkan dengan motivasi karena pengaruh 
lingkungan.

jadi, selama ini gaya belajar kita secara gak langsung dipengaruhi oleh faktor yang ada diatas. Mungkin setelah membaca artikel ini kalian bisa mengetahui cara belajar kita. Jadi, rubahlah cara belajar kita yang mungkin masih salah. Tetap semangat mas bro! :D
dan semoga UN kita tahun ini dapat nilai yang maksimal ;)

amiiiiiiiiiiiiiiinnnn..

Jumat, 19 Agustus 2011

Tak kenal maka.......... yuk kenalan :D

Diposting oleh Nurul Zahrah di 23.28 1 komentar
Hai, nama gue Nurul Zahrah, gue biasa dipanggil Nunu. Gue sekolah di SMPN 179 Jakarta yang lebih tenarnya sih katanya orang loh, "katanya" sih One Zoe Land..
oh iye ampe lupa gue kelas 9, tepatnya gue berdomisili di 9-4. :D..
agama gue islam murni 100% turunan dari nenek, baba, encang, encing, nyak, babe.
*nah, dari bahasa gue lo semua udah pada tau kan gue asli darimana?  :p   (yang masih jawab gue orang batak itu bloon sumpeeh) hahaha
blog ini sengaja gue buat untuk nambah-nambahin jumlah blog di indonesia aja sih, gak ada niatan buat nipu orang-orang yang masih gaptek di dunia maya,, hahaha apalagi buat naro film-film mporno.
jadi buat aa aa dan eceu ecue yang mau punya niatan nonton yang aneh-aneh di blog ini mending kluar aja, soalnya mau nyari ampe mpok nori balik lagi jadi cakep juga gak bakal ketemu..
so, buat kalian yang mau berbagi informasi ataupun sharing sharing sama gue di blog ini yuuukk hayooo masuk dan visit my blog
welcome to my life........

*caution
web ini dapat menyebabkan mual mual, sakit perut, muntah darah, gagal ginjal, muka jelek, idung menjadi pesek, mata belo dan penyakit kulit lainnya jika di baca oleh anak 4L@Y...

 

my experience... Template by Ipietoon Blogger Template | Gadget Review